Selasa, 12 Maret 2019

Pengertian Produk Kreatif dan Kewirausahaan

A. WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN Pada zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, kita harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi untuk mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya kita semua adalah calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana kita mengolah jiwa entrepreneurship yang berhasil. Jika hal ini terealisasi akan memberikan nafas lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa dan negara. 1. Pengertian kewirausahaan Entrepreneurship awal mulanya berasal dari bahasa perancis, yaitu Entreprende yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha, sedangkan kewirausahaan dengan istilah entrepreneurship. Kata entrepreneur secara tertulis pertama kali digunakan oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya “Kamus Dagang”. Wirausaha (entrepreneurship) adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas atau merdeka secara lahir dan batin. Entrepreneur adalah sosok orang yang tidak mudah diam, biasanya suka melakukan inovasi terus menerus dan perbaikan dari hal yang sudah ada. Sedangkan yang dimaksud dengan kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah bentuk usaha untuk menciptakan nilai lewat pengakuan terhadap peluang bisnis, manajemen kewirausahaan.net | 2 pengambilan risiko yang sesuai dengan peluang yang ada, dan lewat keterampilan komunikasi dan sumber daya yang diperlukan untuk membawa sebuah proyek sampai berhasil. (Peter Kilby Entrepreneurship and Economic Development, New York : The Free Press, 1971) Dalam bentuk yang lain, kewirausahaan didefinisikan sebagai adventurisme (berpetualang), risk taking (mengambil risiko) dan thrill-seeking (pencari kegentaran). Dalam bentuk sederhana, kewirausahaan berkonotasi mengimplementasikan, yang berarti mengerjakan (sesuatu), yaitu sesuatu yang harus dikerjakan seorang wirausaha. Perhatian dan ketertarikan terhadap masalah kewirausahaan ini sangat tepat karena kita memerlukan apa yang dapat dikerjakan dan diberikan oleh wirausaha (entrepreneurs) seperti : 1. Produk-produk baru dan jasa-jasa baru 2. Pekerjaan baru 3. Lingkungan kerja yang kreatif 4. Cara-cara baru melakukan kegiatan bisnis 5. Bentuk baru penciptaan bisnis (new business innovation) a. Pengertian harfiah/bahasa Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha diberi awalan ke dan akhiran an. Wirausaha dari kata wira artinya perwira/berani dan usaha artinya daya upaya. b. Pengertian kewirausahaan menurut pendapat : • ZIMMERER Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. • SAVARY Kewirausahaan adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui guna ekonomisnya akan dijual. • ROBIN Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang/kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan. • A. PEKERTI Kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan, mengelola, mengembangkan perusahaan miliknya sendiri. kewirausahaan.net | 3 • INPRES NO.4 TAHUN 1995 tentang GNMMK (Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan) Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan, menerapkan cara kerja dan teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. 2. Pengertian wirausaha a. AHLI EKONOMI/EKONOM Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang mengorganisasi faktor-faktor produksi yaitu alam, tenaga kerja, modal dan keahlian. b. PSIKOLOGI/AHLI KEJIWAAN Wirausaha adalah seseorang yang memiliki dorongan kekuatan untuk memperoleh suatu tujuan, suka mengadakan eksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya, di luar kekuasaan orang lain. c. BUSINESSMAN Wirausaha adalah ancaman pesaing baru dapat seorang partner, pemasok, konsumen, atau seseorang yang diajak kerjasama. d. GEDE PARMA Wirausaha adalah orang yang berani memaksakan diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain. e. J.A. SCHUMPETER Wirausaha adalah seorang inovator sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melibatkan materi sedemikian rupa dan kemudian terbukti benar mempunyai semangat/kemampuan dan pemikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas. 3. Tujuan kewirausahaan a. Menumbuhkembangkan jumlah wirausaha yang berkualitas b. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman kewirausahaan yang tangguh c. Meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan di masyarakat. 4. Sasaran kewirausahaan a. Instansi pemerintah b. Pelaku ekonomi c. Generasi muda kewirausahaan.net | 4 5. Asas kewirausahaan a. Kemampuan bekerja secara tekun,teliti dan produktif b. Kemampuan berkarya dengan mandiri c. Menciptakan etika bisnis yang sehat d. Memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistemmatis, termasuk keberanian mengambil risiko 6. Manfaat kewirausahaan a. Mengurangi pengangguran b. Sebagai generator pembangunan c. Sebagai suri tauladan di masyarakat d. Mendidik masyarkat hidup yang hemat dan efisien. e. Proses kewirausahaan Faktor personal yang mendorong pemicu untuk terjun ke dunia wirausaha yaitu: a) Komitmen atau minat yang tinggi dalam berwirausaha b) Keberanian menanggung risiko c) Ketidakpuasan dengan pekerjaan sendiri d) Phk dan tidak ada pekerjaan lain e) Faktor usia Faktor personalia yang mendorong adalah: a) Komitmen tinggi dalam berwirausaha b) Adanya visi dan misi guna mencapai keberhasilan dalam berwirausaha c) Adanya menejer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama didalam berwirausaha Faktor organisasi yang mendorong adalah: a) Tim yang kompak dalam menjalankan usaha sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasional berjalan produktif b) Struktur organisasi dan berbudaya mantap didalam berwirausaha c) Strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak didalam berwirausaha d) Adanya produk yang dibanggakan B. SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN 1. Sikap wirausahawan a. Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan innovatif b. Mampu bekerja tekun,teliti dan produktif c. Mampu berkarya berdasarkan etika bisnis yang sehat d. Mampu berkarya dengan semangat kemandirian e. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang sistematis dan berani mengambil risiko. kewirausahaan.net | 5 2. Perilaku wirausahawan a. Memiliki rasa percaya diri b. Berorientasi pada tugas dan hasil c. Pengambil risiko d. Kepemimpinan e. Keorisinilan f. Berorientasi pada masa depan 3. Ketrampilan yang harus dipunyai wirausahawan a. Ketrampilan dasar meliputi: • Memiliki mental dan spiritual yang tinggi • Memiliki kepribadian unggul • Pandai berinisiatif • Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha b. Ketrampilan khusus meliputi : • Ketrampilan konsep (conceptual skill) yaitu ketrampilan untuk melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasar konsep yang dibuatnya. • Ketrampilan tehnik (technical skill) yaitu ketrampilan melakukan tehnik tertentu dalam mengelola usahanya. • Human skill yaitu ketrampilan bekerjasama dengan orang lain, bawahannya dan sesama wirausahawan C. KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik wirausahawan adalah sifat atau tingkah laku yang khas dari wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain. Karakteristik yang perlu dimiliki wirausahawan yaitu: 1. Kerja keras dan disiplin 2. Mandiri dan realistis 3. Komitmen tinggi 4. Kreatif dan Inovatif 5. Jujur 6. Memiliki jiwa kepemimpinan 7. Berpikir kedepan/prespektif Karakteristik wirausahawan menurut pendapat: 1. By Grave a. Dream yaitu mempunyai visi keinginan di masa depan dan mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya. b. Decisivenees yaitu orang yang bekerja cepat dan selalu memperhitungkan apa yang akan dilakukan. kewirausahaan.net | 6 c. Doers yaitu seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung ditindaklanjuti. d. Determination yaitu melakukan kegiatan dengan penuh perhatian. e. Dedication yaitu mencurahkan perhatian pada bisnisnya. f. Devotion yaitu mencintai pekerjaan bisnis dan hasil produksi. g. Detail yaitu memperhatikan faktor yang terkecil secara rinci h. Destiny yaitu bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. i. Dollars yaitu tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan uang karena uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan. j. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang – orang kepercayaannya. 2. Fadel Muhammad a. Kepemimpinan b. Inovasi c. Cara pengambilan keputusan d. Sikap tanggung jawab terhadap perubahan e. Bekerja ekonomis dan efisien f. Visi masa depan g. Sikap terhadap risiko 3. Drs Wasty Soemanto,M.pd a. Memiliki moral yang tinggi b. Sikap mental wiraswasta c. Kepekaan terhadap arti lingkungan d. Ketrampilan wiraswasta 4. Mc. Celland a. Keinginan untuk berprestasi b. Keinginan untuk bertanggung jawab c. Preferensi kepada risiko – risiko menengah d. Persepsi kepada kemungkinan hasil e. Rangsangan oleh umpan balik f. Aktifitas energik g. Orientasi ke masa depan h. Ketrampilan dalam pengorganisasian i. Sikap tentang uang D. KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHA 1. Keberhasilan wirausaha Dari sisi pengusaha meliputi : a. Jujur : Jujur terhadap diri sendiri,orang lain dan tujuan yang akan dicapai b. Disiplin dan berani : kewirausahaan.net | 7 • Karena bakat , pengalaman dan pengetahuan • Karena keyakinan dan fasilitas c. Menguasi bidang usaha yang digeluti d. Dapat melaksanakan prinsip management dengan baik Dari sisi produk a. Memiliki keunggulan yang berarti bagi konsumen, apakah dari segi harga,kualitas produk, prestise, manfaat dsb. b. Didukung oleh promosi yang efektif kepada publik 2. Kegagalan wirausaha : a. Tidak ada perencanaan yang matang b. Bakat yang tidak cocok c. Kurang pengalaman d. Tidak punya semangat berwirausaha e. Kurang modal f. Lemahnya pemasaran g. Tidak punya etos kerja yang tinggi h. Lokasi yang kurang strategis E. PERILAKU WIRAUSAHAWAN Menurut Imam Santoso Sukardi ada 9 perilaku wirausaha yaitu : 1. perilaku instrumental 2. perilaku prestatif 3. perilaku keluwesan bergaul 4. perilaku kerja keras 5. perilaku keyakinan diri 6. perilaku pengambilan risiko 7. perilaku swa kendali 8. perilaku inovatif 9. perilaku kemandirian Karakter wirausaha yang harus dipakai dalam mempertahankan bisnisnya meliputi : 1. Jangan mudah berpuas diri 2. Hidup hemat,cermat dan bersahaja 3. Harus meningkatkan kerja keras ,tekun dan teliti 4. Selalu mengutamakan kepentingan pelanggan 5. Membuat pelanggan setia 6. Tawakal pada Tuhan 7. Selalu dinamis Contoh wirausaha yang sukses karena keuletan, komitmen tinggi dan ketekunan yaitu : 1. Thomas A. Edison penemu bola lampu, matematika, fisika kewirausahaan.net | 8 2. Bill Gates pendiri Microsoft office 3. Charles F. Wilson presiden Perusahaan General Motor Corporation ( GMC ) 4. Andrew Carnegie pendiri industri baja 5. Stave Jobs penemu Apple Computer 6. MC. Donald wirausahawan hambuger dll.

Senin, 18 Juli 2016

Pengertian kebutuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan

A. Pengertian Kebutuhan Pengertian kebutuhan kadang disamakan dengan pengertian keinginan. Padahal keduanya amat berbeda. Keinginan adalah sesuatu yang kita ingin miliki atau ingin kita capai, namun jika tidak tercapai tidak menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup kita. Sedangkan, kebutuhan adalah sesuatu yang mutlak harus dipenuhi, jika tidak maka akan menggangu kualitas hidup kita atau bahkan bisa mengancam hidup kita. Contoh yang paling mudah adalah tempat tinggal, makanan dan pakaian. Kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas hal dikarenakan oleh beberapa hal yaitu: Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang. Itu jika kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya. Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua. Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak. Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja. a. Makin bertambahnya jumlah penduduk b. Makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi c. Makin meluasnya tingkat pergaulan d. Makin majunya tingkat kebudayaan manusia B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan a. Sifat alami manusia Sudah menjadi sifat alami manusia untuk tidak cepat puas pada segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Ketika sudah mendapatkan sesuatu maka akan muncul kebutuhan lainnya seiring dengan situasi dan kondisi. b. Usia Usia juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan, misalnya kebutuhan bayi yang berusia 2 bulan berbeda dengan balita usia 3 tahun begitupula dengan remaja yang berusia 14 tahun berbeda dengan orang dewasa yang berusia 48 tahun. c. Pekerjaan (profesi) Seorang nelayan membutuhkan perahu dan jala untuk menangkap ikan. Akan tetapi, seorang guru tidak membutuhkan barang tersebut. Seorang guru membutuhkan buku-buku sebagai bahan ajar. d. Perbedaan keadaan wilayah Keadaan alam akan memengaruhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, orang yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan orang yang tinggal di daerah pantai. Begitu juga orang yang tinggal di negara beriklim tropis akan ber beda dengan orang yang tinggal di daerah atau negara yang memi liki empat musim. Orang yang tinggal di daerah dingin lebih mem butuhkan pakaian tebal daripada orang yang tinggal di daerah bermusim panas. e. Tingkat peradaban Kebutuhan manusia akan semakin beragam, jika peradabannya semakin tinggi. Perkembangan peradaban akan membawa pengaruh pada kebutuhan hidup manusia. Contohnya, dahulu jika seseorang ingin pergi ke suatu tempat harus berjalan atau dengan mengendarai kuda atau lembu dan sebagainya. Setelah peradaban maju, manusia dapat memanfaatkan hasil teknologi seperti sepeda, sepeda motor, mobil, atau pesawat. f. Agama/ kepercayaan Bermacam-macam agama yang ada, mengakibatkan timbulnya perbedaan kebutuhan. Contohnya, perayaan hari besar bagi umat Hindu akan membutuhkan barang-barang kebutuhan khusus, misalnya bunga dan buah-buahan. g. Adat istiadat Setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda. Adat istiadat yang berbeda menuntut kebutuhan yang berbeda. Sebagai contoh: pesta perkawinan adat Betawi menuntut kebutuhan yang berbeda dengan pesta perkawinan adat Jawa. Sementara umat Buddha membutuhkan hoi dalam menjalankan ibadahnya. Demikian juga pada perayaan hari besar umat Kristen dan umat Islam. Mereka akan membutuhkan pohon natal saat hari natal, dan umat Islam akan membutuhkan ketupat saat Hari Raya Idul Fitri. h. Tingkat pendapatan Seseorang yang memiliki pendapatan per bulan Rp.500.000,- dengan seseorang yang memiliki pendapatan per bulan Rp.3.000.000,- akan berbeda. Karena semakin tinggi pendapatan seseorang akan bertambah pula tingkat kebutuhan seseorang. i. Lingkungan sosial Secara naluriah manusia mempunyai kebiasaan meniru tingkah laku orang lain sehingga jumlah dan jenis kebutuhan hidupnya juga akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Seseorang yang tinggal di lingkungan ekonomi tinggi akan terpacu dirinya untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungan sosialnya. j. Hobi (kegemaran) Setiap individu pasti memiliki gobi atau kegemarannya masing. Dan didalam setiap yang digemari pasti membutuhkan suatu kebutuhan yang berbeda-beda. Contohnya, bapak Budi memiliki hobi memancing sedangkan bapak Alfi memiliki hobi fotografi. Bapak budi membutuhkan seperangkat alat pancing yang langkap beserta umpannya sedangkan bapak Alfi membutuhkan kamera, tripod dan alat fotografi lainnya

Kelangkaan

A. Pengertian Kelangkaan Semakin lama kebutuhan manusia semakin bertambah banyak baik dari jumlah, mutu, maupun coraknya. Pertambahan tersebut tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Kelangkaan adalah suatu keadaaan saat manusia ingin mengonsumsi jauh lebih banyak dari apa yang diproduksi atau suatu keadaan saat apa yang diinginkan manusia jauh lebih banyak dari apa yang tersedia itu. Kelangkaan dapat juga diartikan sebagai kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas. B. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan 1. Keterbatasan sumber daya Lingkungan alam menyediakan sumber daya melimpah bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber daya alam dapat dikelompokan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Akan tetapi, jumlah sumber daya akan semakin berkutang akibat sifat manusia yang serakah. 2. Perbedaan letak geografis Sumber daya alam tersebar tidak merata di muka bumi. Ada daerah yang kaya akan minyak, ada yang tidak. Ada daerah yang gersang dan ada yang tidak. Ada daerah yang gersang, ada daerah yang subur. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam dan untuk mendapatkan sumber daya alam yang tidak tersedia di daerahnya diperlukan pengorbanan yang lebih besar. Atau juga sebab sulit/jauhnya medan dalam pendistribusian barang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terpenuhi. 3. Ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk dengan tingkat produksi. Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa. Pertambahan jumlah penduduk akan membuat permintaan menjadi meningkat. 4. Keterbatasan kemampuan produksi Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Misalnya kapasitas factor produksi manusia terbatas karena manusia masih bisa sakit, lelah ataupun bosan. Selain itu, mesin produksi juga bisa rusak. 5. Terjadinya bencana alam Bencana alam menyebabkan rusaknya sumber daya yang ada, baik korban jiwa maupun rusaknya berbagai sumber daya ekonomi seperti bangunan usaha dan mesin-mesin produksi. Untuk membangun atau mengadakan kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam, dibutuhkan waktu yang tidak lama dan uang yang tidak sedikit. C. Upaya mengatasi kelangkaan Timbulnya kelangkaan membuat individu, perusahaan dan masyarakat tidak bisa mendapat semua yang mereka inginkan sehingga mereka harus mengupayakan agar kebutuhannya tetap terpenuhi. Adapun upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi kelangkaan sumber daya antara lain sebagai berikut: 1. Menyusun skala prioritas kebutuhan Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hidup yang disusun berdasarkan kepentingannya, dari yang paling penting dan mendesak, dapat ditunda pemenuhannya hingga tidak perlu dipenuhi. 2. Berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya . Berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumberdaya bisa diterapkan dengan melakukan usaha-usaha berikut : a. Memanfaatkan sumber daya secara efesien dan efektif serta menggali yang belum terangkat. Kegiatan ini perlu dilakukan agar sumber daya yang ada tidak cepat rusak. Contoh , memperbaiki barang yang rusak. b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Misalnya kursus menjahit dan pelatihan montir. c. Mengelola dan memberdayakan sumber modal secara tepat guna. Pengelolaan sumber daya modal secara tepat guna akan membuat seseorang mampu mengatur penghasilannya dengan benar. Selain itu, dalam hal untuk mengatasi masalah kelangkaan manusia perlu membuat pilihan. Pilihan-pilihan tersebut meliputi pilihan dalam mengonsumsi dan pilihan dalam memproduksi. Tujuannya adalah agar sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia digunakan secara efesien dan dapat mewujudkan kepuasan maksimal pada individu dan masyarakat. a. Pilihan dalam mengonsumsi Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya tersebut. Dengan demikian, penggunaan pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki setiap individu dapat menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibeli. b. Pilihan dalam memproduksi Pilihan dalam memproduksi biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan individu, perusahaan lain dan pemerintah. Pemilik-pemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan dan keuntungan maksimal hanya akan didapat apabila pemilik perusahaan membuat pilihan yang teliti atas jenis barang dan jasa yang akan dijualnya, dan jenis-jenis serta jumlah factor-faktor produksi yang akan digunakannya.

Biaya Peluang

1. Penyebab dan pengertian biaya peluang Sumber daya tersebut selain bersifat langka atau terbatas juga mempunyai kegunaan alternatif. Apabila suatu sumber daya digunakan untuk tujuan yang satu, tidak dapat sekaligus digunakan untuk keperluan yang lain. Tanah yang sudah digunakan untuk membangun rumah tidak dapat digunakan untuk menanam padi atau palawija pada saat yang sama, di tempat yang sama. Demikian pula dengan tenaga kerja. Apabila seorang tenaga kerja pada saat tertentu dikerahkan di bidang pertanian, maka tidak bisa sekaligus dikerahkan di bidang industri. Apakah konsekuensi dari kenyataan tersebut? Konsekuensinya adalah apabila orang telah menjatuhkan pilihan pada salah satu kemungkinan (alternatif) yang tersedia, maka otomatis ia harus melepaskan kemungkinan yang lain. Hal ini dalam ilmu ekonomi disebut dengan istilah alternative cost atau opportunity cost. Sering juga dikatakan ada trade-off antara dua kemungkinan. Masing masing kemungkinan ada untung dan ruginya atau ada cost dan benefit-nya. Orang dikatakan bertindak ekonomis apabila ia berhasil mencapai perbandingan yang sebaik mungkin (optimal) antara hasil dan pengorbanannya. Pembahasan mengenai biaya peluang sangat berkaitan dengan kebutuhan manusia yang bersifat tidak terbatas. Ketakterbatasan kebutuhan manusialah yang memunculkan terjadinya biaya peluang. Ketakterbatasan kebutuhan manusia mengharuskan manusia melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhannya. Pilihan inilah yang menciptakan biaya peluang (opportunity cost). Dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu bertemu dengan biaya peluang. Biaya peluang atau biaya kesempatan (bahasa Inggris: Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu alternatif kegiatan lain. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Sebagai contoh, jika setelah melalui sebuah semester yang panjang maka di akhir tahun karena nilai kira baik ayah memberikan hadiah liburan atau updrade PC yang baru. Nah saat kita memilih liburan maka kesempatan untuk mendapatkan pc baru yang lebih canggih adalah biaya peluang yang hilang, jadi bisa di simpulkan bawa biaya peluang adalah hilang nya kesempatan atau peluang karna kita telah memilih peluang yang lain. Contoh Biaya Peluang dalam kehidupan sehari-hari a. Bila Tina memutuskan bekerja atau berproduksi sebagai karyawan pabrik maka Tina kehilangan kesempatan bekerja sebagai karyawan toko. Di sini biaya peluangnya adalah bekerja sebagai karyawan toko. b. Bila Feri pada malam hari memilih menghabiskan waktunya untuk menonton pertandingan sepak bola maka Feri akan kehilangan waktu tidurnya. Di sini biaya peluangnya adalah kepuasan tidur semalam. c. Bila Taufan memutuskan untuk menggunakan uangnya yang terbatas untuk membeli buku pelajaran maka Taufan kehilangan kesempatan untuk membeli satu kaset band Ungu. 2. Contoh Biaya Peluang pada Tenaga Kerja Hilangnya kesempatan dapat terjadi pada tenaga kerja sebagai akibat dipilihnya suatu alternatif keputusan tertentu jika ia melakukan produksi di bidang lain. Pilihan merupakan keputusan seseorang dalam mengorbankan sesuatu untuk memperoleh suatu pilihan tertentu. Kesempatan yang ada didasarkan pada pilihan-pilihan diantara tindakan-tindakan alternatif. Dengan demikian, kesempatan pada tenaga kerja akan ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif yang terbaik dari suatu sumber daya. Misalnya, seorang petani yang menyewakan tanah atau ladangnya akan menerima sewa. Petani tersebut dapat bekerja untuk orang lain dan akan mendapat upah. Selanjutnya, petani tersebut memutuskan untuk tidak menyewakan tanah atau ladangnya karena akan dikerjakan sendiri. Keputusan yang diambil petani tersebut merupakan pilihan dengan mengorbankan upah jika ia tidak bekerja pada orang lain. Kesempatan yang hilang untuk melakukan suatu kegiatan produksi dari tenaga kerja karena telah melakukan suatu kegiatan produksi tertentu, dinamakan biaya peluang. Besarnya biaya peluang ini ditentukan oleh nilai tertinggi dari beberapa peluang atau kesempatan yang hilang. Misalnya, Pak Boy memancing, ia kehilangan waktunya untuk memberi kursus stir mobil, reparasi mobil, dan istirahat. Semua peluang itu jika dinilai dengan uang, biaya peluangnya adalah nilai tertinggi dari peluang-peluang yang hilang. Contoh lain yang lebih konkret. Andi seorang tenaga kerja, berpeluang untuk menjadi sopir dengan gaji Rp800.000/bulan, menjadi penjaga toko dengan gaji Rp900.000,00/bulan, dan berpeluang pula untuk menjadi karyawan bengkel dengan gaji Rp1.200.000,00/bulan. Apabila andi memilih untuk berwiraswasta sehingga ia tidak bisa bekerja sebagai sopir, penjaga toko, ataupun karyawan bengkel maka biaya peluangnya adalah Rp1.200.000,00, yaitu kesempatan terbaik yang hilang. Ade adalah seorang pelajar SMA kelas X. Selama satu semester pertama ia menabung hingga uang tabungannya terkumpul Rp150.000,00. Ade bingung, akan digunakan untuk apa uang tersebut. Sebenarnya dari uang tabungan Ade ada beberapa biaya peluang, seperti berikut ini. Biaya peluang Rp150.000,00 1. Beli kaos: dapat 3 buah kaos. 2. Ke rumah nenek: satu kali perjalanan pulang pergi dan dapat berkumpul sama saudara-saudara yang lain. 3. Nonton film: 6 x nonton. 4. Rekreasi sama teman-teman: satu kali perjalanan dan mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan. Tabunganku buat apa ya? Bingung aku!!! Menghitung Biaya Peluang Pernahkah kalian dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama kalian sukai? Situasi seperti ini pasti membingungkan, apalagi jika uang yang Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi individu yang bersangkutan. Tabel 1.1 Kombinasi Pilihan Ade Kombinasi produksi Jumlah kaos @25.000 Jumlah kemeja @50.000 Uang yang dikeluarkan (dalam rupiah) A 1 3 175.000 B 1 2 125.000 C 2 2 150.000 D 3 1 125.000 E 4 1 150.000 F 6 0 150.000 Dari beberapa biaya peluang, ternyata Ade lebih memilih membelanjakan uang tabungannya untuk membeli kaos dan kemeja. Dengan uang yang dimilikinya, Ade harus membuat berbagai kombinasi pilihan seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini. Kombinasi A tidak dipilih Ade, karena uangnya tidak cukup, seandainya Ade memilih kombinasi A, ia harus menambah Rp25.000,00. Pada kombinasi B ia mendapat 1 kemeja dan 2 kaos tetapi uangnya masih lebih. Sementara itu pada kombinasi C ia mendapat 2 kemeja dan 2 kaos. Karena ingin mendapat kaos lebih banyak dan memaksimalkan uangnya, Ade memutuskan untuk memilih kombinasi E. Pada kombinasi E ini, Ade akan mendapatkan 2 tambahan kaos dengan mengorbankan 1 kemeja

Prinsip Ekonomi

Pengertian prinsip ekonomi dan contohnya dalam kehidupan Jika kita amati kebutuhan manusia seperti tidak memiliki batas, karena kebutuhannya begitu banyak dan biaya atau pengorbanan untuk membeli kebutuhan tersebut terbatas maka terjadilah sesuatu yang disebut dengan prinsip ekonomi, apakah itu prinsip ekonomi? Berikut ini penjelasannya. Prinsip ekonomi adalah usaha untuk mendapatkan hasil tertentu dengan pengorbanan yang sekecil mungkin. Atau definisi prinsip ekonomi yang lainnya yaitu suatu usaha atau tindakan dalam mendapatkan kepuasan kebutuhan tertentu dengan pengorbanan yang seminim mungkin, prinsip ekonomi mengarahkan kepada tindakan supaya dapat mencapai kefeektifan serta keefesienan yang tinggi. Contoh prinsip ekonomi Misalnya jika kita hendak membeli suatu barang pasti kita akan membandingkan harga barang tersebut dari toko yang satu dengan toko yang lainnya. Selanjutnya mencari barang yang harganya diskon atau ada potongan harga, dan belajar hidup hemat. Itulah beberapa contoh penerapan prinsip ekonomi. Apa itu prinsip ekonomi? Ciri-ciri prinsip ekonomi • Selalu berhemat • Selalu menentukan kebutuhan yang terpenting terlebih dahulu atau kebutuhan yang mendesak dan di urutkan sampai dengan kebutuhan yang tidak terlalu penting. • Bertindak dengan rasional dan ekonomis, menentukan kebutuhan melalui perencanaan yang sudah matang. • Bertindak dengan prinsip “pengeluaran biaya diikuti dengan hasil yang di dapatkan. Tiga Jenis prinsip ekonomi Adapun jenis-jenis dari prinsip ekonomi, diantaranya ada 3 macam berikut ini penjelasannya: 1. Prinsip ekonomi bagi konsumen Prinsip ekonomi bagi konsumen adalah penghasilan yang didapat berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan hingga pada kepuasan yang tertinggi atau maksimal. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh konsumen untuk menjalankan prinsip ekonomi antara lain adalah: A. Memilih barang atau jasa dengan tepat, B. Membuat penawaran serendah mungkin, C. Menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. 2. Prinsip ekonomi bagi produsen Prinsip ekonomi bagi produsen adalah usaha-usaha dengan kemampuan yang tersedia untuk memperoleh keuntungan yang maksimal atau sebesar-besarnya. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh produsen untuk menjalankan prinsip ekonomi adalah: A. Meningkatkan mutu atau kualitas barang yang di produksi, B. Menekan iaya produksi serendah mungkin, C. Membeli barang yang dapat memberikan kepuasan secara maksimal, D. Menentukan barang atau jasa yang akan dihasilkan, E. Menentukan harga jual yang sesuai agar lebih menguntungkan. 3. Prinsip ekonomi bagi distribusi Penerapan prinsip ekonomi untuk bagian distribusi antara lain adalah: A. Pengemasan barang yang menarik tapi tetap rendah biaya, B. Penyaluran dengan kendaraan yang hemat bahan bakar, C. Penyaluran dilakukan pada daerah yang membutuhkan, D. Penyaluran dengan waktu yang cepat, Yang ditimbulkan karena prinsip ekonomi Yang dapat ditimbulkan karena prinsip ekonomi, diantaranya sebagai berikut ini : 1. Bertindak ekonomis Bertindak secara ekonomis merupakan tindakan seseorang atau manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dengan tindakan yang rasional yaitu setiap tindakan melalui pemikiran atau dipikirkan secara matang terlebih dahulu dan selalu berpegang pada prinsip ekonomi. Seseorang dikatakan bertindak secara ekonomis jika berhasil mendapat keseimbangan antara hasil dan pengorbanan yaitu kebutuhannya dapat terpenuhi sebaik mungkin dan pengorbanan atau biaya yang dikeluarkannya sekecil mungkin. 2. Berpikir ekonomis Maksud dari berpikir ekonomis bukan hanya bagaimana cara memakai sumber yang telah ada (dari alam), misalnya seperti: menggunakan hasil yang di dapatkan dari alam lalu di habiskan begitu saja di konsumsi untuk memenuhi keperluan sehari-hari, akan tetapi bagaimana cara melakukan nilai hasil dari apa yang didapat dari alam supaya memiliki nilai guna yang lebih baik lagi, untuk mengimbangi keperluan atau kebutuhan yang akan semakin kesini semakin meningkat. Dan seseorang dapat di katakana ekonomis jika orang tersebut telah melakukan tindaka produksi. Prinsip-Prinsip Ekonomi & Contoh Penerapannya| Secara umum Pengertian prinsip ekonomi adalah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengobanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh. atau Prinsip ekonomi dapat juga diartikan pengorabanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin. Ekonomi merupakan sebagian ilmu sosial yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi mengenai barang dan jasa. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani dari kata oikos yang berarti keluarga, rumah, tangga. dan nomos yang berarti peraturan, aturan, hukum. Prinsip Ekonomi memberi kita keuntungan yang pertama adalah dapat memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, keuntungan kedua adalah meminimalkan kerugian dimana dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Prinsip ekonomi berlaku dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Prinsip-prinsip ekonomi tersebut antara lain sebagai berikut. Prinsip-Prinsip Ekonomi & Contohnya Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi: Dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi pada kegiatan produksi adalah sebagai berikut : • Mendirikan tempat usaha dekat dengan bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran • Menggunakan tenaga kerja yang terampil • Memakai bahan baku yang berkualitas terbaik, namun dengan harga paling murah • Memakai sumber daya misalnya modal, tenaga kerja, dan waktu seefisien mungkin. • Memakai mesin modern dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang rendah • Menentukan harga jual yang menguntungkan • Menentukan barang dan jasa yang akan dihasilkan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi: Dalam kegiatan distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan distribusi adalah sebagai berikut. • Meningkatkan kualitas pelayanan • Penyaluran barang yang tepat waktu • Memakai sarana distribusi yang dengan harga murah • Membeli barang dari produsen secara langsung • Menyediakan barang dan jasa yang populer bagi konsumen • Membeli barang di produsen yang tepat • Menentukan lokasi perusahaan yang berada diantara produsen dan konsumen Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi: Dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasaan sebesar-besarnya dari sautu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan konsumsi adalah sebagai berikut. • Membeli barang yang berkualiatas • Membeli barang dengan harga terjangkau atau murah • Membuat daftar barang yang dibutuhkan • Memilih barang sebelum membelinya • Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang • Mampu mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan kita Tujuan Prinsip Ekonomi Tujuan melakukan tindakan menurut prinsip ekonomi adalah sebagai berikut : • Mendapatkan keuntungan tertentu dengan modal tertentu • Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahan-kesalahan tertentu • Mencegah terjadinya konsumsi yang boros • Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki Ciri-Ciri Orang Yang Menerapkan Prinsip Ekonomi 1. Bertindak rasional, artinya seseorang yang melakukan kegiatan atau tindakan selalu dengan akal yang sehat bukan berdasarkan dari emosi dan hawa nafsu 2. Bertindak ekonomis, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dengan segala perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang 3. Bertindak hemat, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dapat menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan 4. Membuat skala prioritas, artinya seseorang memenuhi kebutuhan dengan membuat urutan kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dari yang mendesak sampai yang dapat ditunda-tunda 5. Bertindak dengan memakai prinsip cos and benefit, artinya seseorang dalam melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dari kegiatana yang dilakukannya.

Pelaku Kegiatan Ekonomi

Pengertian Pelaku Ekonomi yaitu seseorang, badan atau kelompok yang melakukan kegiatan ekonomi, baik produksi, konsumsi, atau distribusi suatu barang ataupun jasa. Dalam perekonomian Indonesia, terdapat beberapa pelaku ekonomi. Secara umum yaitu rumah tangga, perusahaan (produsen), Negara dan masyarakat luar negeri. Dalam perekonomian sederhana hanya ada dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga berfungsi sebagai konsumen sekaligus sebagai penyedia faktor-faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal, dan lain-lain. Adapun perusahaan berfungsi sebagai pihak yang mengelola faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan rumah tangga. Selanjutnya, sesuai perkembangan zaman dan perkembangan ketatanegaraan, keberadaan pemerintah serta adanya perdagangan antarnegara mutlak diperlukan demi melancarkan kehidupan ekonomi. Karena pada kenyataannya negara tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga diperlukan perdagangan dengan negara lain. Dengan demikian, pelaku ekonomi berkembang menjadi 4 macam, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri. Keempat pelaku ekonomi tersebut memiliki peran masing-masing dalam melakukan kegiatan ekonomi. 1. Pelaku-Pelaku Ekonomi Perekonomian Indonesia yang menganut sistem ekonomi kerakyatan menuntut peran dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah guna mencapai tujuan utama yaitu ekonomi kerakyatan. Dalam ilmu ekonomi, kegiatan-kegiatan ekonomi dilakukan atau dijalankan oleh empat pelaku utama sebagai berikut: a. Rumah Tangga Rumah tangga yang dimaksudkan adalah rumah tangga konsumsi yaitu baik individu maupun kelompok yang bertujuan untuk memakai atau menggunakan barang atau jasa. Dalam rumah tangga keluarga memiliki faktor produksi berupa tenaga kerja dan modal. Faktor produksi ini oleh rumah tangga keluarga dijual kepada rumah tangga perusahaan dengan memperoleh kompensasi atau imbalan berupa upah dan gaji serta bunga dan sewa. Kelompok rumah tangga melakukan kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut. 1) Menerima penghasilan dari para produsen / perusahaan yang berupa sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba. 2) Menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan mereka. 3) Menjalankan penghasilan tersebut di pasar barang (sebagai konsumen) 4) Menyisihkan sisa dari penghasilan tersebut untuk ditabung pada lembaga-lembaga keuangan. 5) Membayar pajak kepada pemerintah. 6) Masuk dalam pasar uang sebagai pembeli, karena kebutuhan mereka akan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. b. Perusahaan/Produsen Perusahaan atau rumah tangga perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan laba. Kelompok perusahaan atau produsen melakukan kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut : 1) Memproduksi dan menjual barang-barang atau jasa-jasa, yakni sebagai pemasok (supplier) di pasar barang. 2) Menyewa atau menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi untuk proses produksi. 3) Menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang yang lain. 4) Meminta kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka atau pengembangan usaha mereka. 5) Membayar pajak atas penjualan barang hasil produksinya. c. Pemerintah Dalam sistem demokrasi ekonomi di Indonesia, pemerintah memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi. Kebijakan pemerintah tersebut dalam rangka memakmurkan rakyat sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945. Adapun kebijakan pemerintah di bidang ekonomi antara lain sebagai berikut: a. Kebijakan fiskal, adalah kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran negara, atau yang berhubungan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara. b. Kebijakan moneter, adalah kebijakan pemerintah untuk mengatur jumlah peredaran uang dan menjamin kestabilan nilai uang, agar tidak terjadi inflasi. Kebijakan keuangan internasional, yaitu tindakan yang diambil pemerintah di bidang keuangan dalam hubungannya dengan dunia internasional, baik perdagangan internasional maupun kerja sama ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi yang dilakukan pemerintah antara lain berupa: • Menarik pajak langsung dan pajak tidak langsung, • Membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah, • Meminjam uang dari luar negeri, • Menyewa tenaga kerja, dan • Menyediakan kebutuhan uang kartal bagi masyarakat. d. Masyarakat Luar Negeri Suatu negara tidak akan dapat mencukupi kebutuhan dengan memproduksi barang sendiri, tanpa adanya bantuan atau hubungan dengan negara lain. Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi tersebut diperlukan peranan masyarakat luar negeri, sehingga kegiatan ekonominya juga sangat dipengaruhi oleh dunia internasional. Jadi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri adalah kegiatan ekonomi internasional, meliputi segala kegiatan mengenai hubungan ekonomi antarnegara, baik mengenai internasional, serta kerja sama ekonomi regional dan internasional. Berikut ini adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat luar negeri. 1) Menyediakan kebutuhan barang impor. 2) Membeli hasil-hasil barang ekspor suatu negara. 3) Menyediakan kredit untuk pemerintah dan swasta dalam negeri. 4) Masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang (devisa) dari luar negeri, peminta kredit, dan uang kartal rupiah untuk kebutuhan cabang-cabang perusahaan mereka di Indonesia. Sebagai penghubung pasar uang dalam negeri dengan pasar uang luar negeri.