Senin, 18 Juli 2016
Kelangkaan
A. Pengertian Kelangkaan
Semakin lama kebutuhan manusia semakin bertambah banyak baik dari jumlah, mutu, maupun coraknya. Pertambahan tersebut tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Kelangkaan adalah suatu keadaaan saat manusia ingin mengonsumsi jauh lebih banyak dari apa yang diproduksi atau suatu keadaan saat apa yang diinginkan manusia jauh lebih banyak dari apa yang tersedia itu. Kelangkaan dapat juga diartikan sebagai kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas.
B. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan
1. Keterbatasan sumber daya
Lingkungan alam menyediakan sumber daya melimpah bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber daya alam dapat dikelompokan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Akan tetapi, jumlah sumber daya akan semakin berkutang akibat sifat manusia yang serakah.
2. Perbedaan letak geografis
Sumber daya alam tersebar tidak merata di muka bumi. Ada daerah yang kaya akan minyak, ada yang tidak. Ada daerah yang gersang dan ada yang tidak. Ada daerah yang gersang, ada daerah yang subur. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam dan untuk mendapatkan sumber daya alam yang tidak tersedia di daerahnya diperlukan pengorbanan yang lebih besar. Atau juga sebab sulit/jauhnya medan dalam pendistribusian barang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terpenuhi.
3. Ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk dengan tingkat produksi.
Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa. Pertambahan jumlah penduduk akan membuat permintaan menjadi meningkat.
4. Keterbatasan kemampuan produksi
Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Misalnya kapasitas factor produksi manusia terbatas karena manusia masih bisa sakit, lelah ataupun bosan. Selain itu, mesin produksi juga bisa rusak.
5. Terjadinya bencana alam
Bencana alam menyebabkan rusaknya sumber daya yang ada, baik korban jiwa maupun rusaknya berbagai sumber daya ekonomi seperti bangunan usaha dan mesin-mesin produksi. Untuk membangun atau mengadakan kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam, dibutuhkan waktu yang tidak lama dan uang yang tidak sedikit.
C. Upaya mengatasi kelangkaan
Timbulnya kelangkaan membuat individu, perusahaan dan masyarakat tidak bisa mendapat semua yang mereka inginkan sehingga mereka harus mengupayakan agar kebutuhannya tetap terpenuhi. Adapun upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi kelangkaan sumber daya antara lain sebagai berikut:
1. Menyusun skala prioritas kebutuhan
Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hidup yang disusun berdasarkan kepentingannya, dari yang paling penting dan mendesak, dapat ditunda pemenuhannya hingga tidak perlu dipenuhi.
2. Berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya .
Berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumberdaya bisa diterapkan dengan melakukan usaha-usaha berikut :
a. Memanfaatkan sumber daya secara efesien dan efektif serta menggali yang belum terangkat. Kegiatan ini perlu dilakukan agar sumber daya yang ada tidak cepat rusak. Contoh , memperbaiki barang yang rusak.
b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Misalnya kursus menjahit dan pelatihan montir.
c. Mengelola dan memberdayakan sumber modal secara tepat guna. Pengelolaan sumber daya modal secara tepat guna akan membuat seseorang mampu mengatur penghasilannya dengan benar.
Selain itu, dalam hal untuk mengatasi masalah kelangkaan manusia perlu membuat pilihan. Pilihan-pilihan tersebut meliputi pilihan dalam mengonsumsi dan pilihan dalam memproduksi. Tujuannya adalah agar sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia digunakan secara efesien dan dapat mewujudkan kepuasan maksimal pada individu dan masyarakat.
a. Pilihan dalam mengonsumsi
Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya tersebut. Dengan demikian, penggunaan pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki setiap individu dapat menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibeli.
b. Pilihan dalam memproduksi
Pilihan dalam memproduksi biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan individu, perusahaan lain dan pemerintah. Pemilik-pemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan dan keuntungan maksimal hanya akan didapat apabila pemilik perusahaan membuat pilihan yang teliti atas jenis barang dan jasa yang akan dijualnya, dan jenis-jenis serta jumlah factor-faktor produksi yang akan digunakannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar